Detail Cantuman Kembali

XML

Dilan Bagian Kedua : Dia Adalah Dilanku Tahun 1991


“Jika aku berkata bahwa aku mencintainya, maka itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap.”
—Milea
“Senakal-nakalnya anak geng motor, Lia, mereka shalat pada waktu ujian praktek Agama.”
—Dilan





@Viny_JKT48 “Aku suka Dilan-nya Kak Pidi Baiq. Baru beli, tapi sudah aku baca dua kali lho~ Buku yang menyenangkan, jadi ingin kenal Dilan XD.”
@renindydevris “Kukira cinta hanya sebatas kenal, bilang, dan jadi. Tetapi ternyata cinta itu bisa dibuat jadi seni yang amat menarik.”
@yusuf_imam29 “Terima kasih, Dilan. Dirimu telah mengajarkanku tentang banyak hal. Terutama tentang mengistimewakan wanita.”
@IanisJanuar “Selama hampir 27 tahun hidup, baru pertama kali baca novel sampe tamat. Thank You, Dilan.”
@rudijatjahja “Hatur nuhun Surayah Pidi Baiq, sudah merawat selera tawa yang dibalut kisah bahagia dua sejoli Dilan dan Milea.”
@alirohman21 “Bukan hanya novel tentang cinta remaja biasa, tapi juga cara mengungkapkan rasa sayang di luar kebiasaan.”
@saljuapi “The greatest love story the world has ever known.”
@Tedy_Pensil “Jika buku ini kumpulan rumus Fisika yang akan diujikan maka banyak pelajar yang membakarnya dan mengonsumsi abunya.”
Pidi Baiq
Pidi Baiq - Personal Name
Cet.2
813 PID d
978-602-7870-99-4
813
Text
Indonesia
Pastel Books
2015
Bandung
344 hlm.; 20.5 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...